SELAMAT TINGGAL KAMPUNGKU

 SELAMAT TINGGAL KAMPUNGKU

“Selamat tinggal kampungku…”

Sepuluh hari lebih sejak peristiwa erupsi Semeru pada Sabtu (4/12) lalu. Ribuan warga terdampak, 40 lebih jiwa melayang, dan beberapa korban masih belum diketemukan.

Tak sampai di situ, duka karena harus kehilangan tempat tinggal juga para penyintas rasakan. Dusun Renteng, Dusun Curah Kobokan dan beberapa wilayah yang terdampak paling parah erupsi, tak bisa lagi ditempati warga.

Kenangan manis, suka, cita, tawa dan duka tinggal selama bertahun-tahun di wilayah tersebut masih warga rasakan. Kini, mereka harus rela meninggalkan rumahnya karena kondisi yang sudah tak lagi memungkinkan. “Rumah saya sudah tenggelam, nggak bisa lagi ditempatin, mas,” kata Paimin, warga Dusun Renteng.

“Selamat tinggal kampungku, selamat tinggal kenanganku..” mungkin itu salah satu kalimat yang mewakili duka para penyintas. Kenyataan bahwa saat ini mereka tak punya tempat tinggal lagi memang tak terbantahkan. Praktis, mereka bingung dan belum tahu harus berbuat seperti apa kedepan.

Sahabat, begitu dalam duka yang hingga kini mereka rasakan. Tak hanya kehilangan sanak keluarga, rumah juga habis digerus erupsi dan tak bisa lagi ditinggali. Yuk, sahabat terus kita dukung perjuangan mereka, salurkan kontribusi terbaikmu melalui :

s.id/daruraterupsisemeru

#lazisjateng #jateng
#lebihpeduliuntukberbagi
#erupsisemeru #semeru
#prayforsemeru

Copyright © 2022 News Lazis Jateng