Puncak Kemarau 2022 di Jateng Diperkirakan Pada Juli-September, Sebagaian Wilayah Terancam Kekeringan. Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Sahabat kepedulian, saat musim kemarau, kekeringan umumnya menjadi salah satu musibah yang kerap kali dirasakan oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia, termasuk Jawa Tengah.

Kekeringan mengakibatkan kurangnya pasokan air dan terancamnya siklus kehidupan terutama pada tumbuhan dan hewan. Hal ini juga berimbas pada aktivitas masyarakat dalam pemenuhan kebutuhannya.

BMKG sendiri memprakirakan bahwa pada tahun 2022 ini, puncak kemarau panjang dan potensi daerah yang mengalami kekeringan di Jawa Tengah jatuh antara bulan Juli-September mendatang.

Sebagian besar wilayah di Jawa Tengah, seperti Grobogan, Pati, Boyolali, Blora, yang tahun sebelumnya menjadi beberapa wilayah yang rawan kekeringan kini dikhawatirkan akan mengalami hal yang tak jauh berbeda.

Sahabat, lalu apa yang bisa kita lakukan? Ya, tentu langkah preventif perlu kita inisiasi. Sebagai antisipasi, menjaga sumber mata air, membuat penampungan/ sumur bor dan langkah sejenis diharapkan mampu memberikan solusinya.

Karenanya, sebagai lembaga yang berkomitmen melayani umat, LAZiS Jateng mencoba menjawab dan mengajak sahabat kepedulian perihal isu air ini melalui program Alirkan Kebaikan.

Program yang telah berjalan sejak beberapa tahun ini memiliki agenda besar seperti penyediaan air bersih, pengeboran sumur agar air yang mengalir berkesinambungan dan pengadaan truk tangki untuk daerah rawan kekeringan tersebut.

Sebab kita tahu, sedekah air merupakan sedekah yang akan terus mengalir. Selama air tersebut dimanfaatkan, selama itu pula kebaikan (pahala) akan terus mengalir hingga hari kemudian. Maka, mari bergabung bersama kami untuk mengalirkan kebaikan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan.