Perjuangan para da’i syiarkan Islam di daerah rawan akidah : pernah diganggu saat ibadah dan dikucilkan

Sahabat, bagi para da’i, dakwah bukanlah sebuah hal yang mudah, apalagi berdakwah di tempat dengan jumlah masyarakat muslim sebagai minoritas. Begitulah yang dirasakan oleh Pak Arif dan sebagian warga Candigaron, Sumowono.

Desa Candigaron, Sumowono, merupakan salah satu wilayah dengan beragam pemeluk agama. Agama Budha mencapai 50%, Kristen 15%, Aliran sapta darma 5%, dan yang beragama Islam sekitar 30%.

Kami bertemu dengan Pak Arif, tokoh masyarakat Islam sekaligus Kepala Dusun Semanding saat kami mengunjungi wilayah tersebut. Kata beliau, mempertahankan dan meluaskan eksistensi Islam di sini sangatlah sulit. Bahkan, dulu pernah ada perlakuan yang kurang mengenakkan dari warga non muslim.

“Banyak da’i yang nggak betah di sini, Mas. Karena hujatan masyarakat, dikucilkan, salat diganggu, bahkan pernah dulu disantet buat menghalangi dakwah Islam. Yang cukup riskan, ada satu keluarga yang berbeda-beda agamanya, ya gonta-ganti begitu,”

Alhamdulillah, kemarin (16/03) saat kami berkunjung, kami disambut baik oleh Pak Arif dan warga. Kami juga menyampaikan amanah sahabat berupa peralatan ibadah (Al-Qur’an, mukena, sarung, sajadah) sebanyak 75 paket, untuk para da’i dan warga Muslim di sana.

Terima kasih ya, sahabat. Dukunganmu sangat berarti bagi perjuangan mereka. Terus doakan dan bersamai syiar Islam di daerah rawan akidah di luar sana ya. Salurkan bantuan terbaikmu dengan berdonasi melalui :

https://donasi.online/lazisjateng/donasi

Atau transfer melalui rekening :

BSI 7077755661
a.n Lazis Jateng Pusat

Mandiri 1360013144040
a.n Yayasan Al Ihsan Jawa Tengah

#lazisjateng #jateng
#lebihpeduliuntukberbagi