MENYAPA WARGA DUSUN DUNGTEMU, WILAYAH RAWAN KEKERINGAN

“Biasanya kalau musim kemarau begini di daerah sini sumur-sumur mulai kekeringan, Ibu. Untuk konsumsi sehari-hari yaa warga kami mengandalkan air di sumur Masjid At-Taqwa ini. Kalau sudah tidak ada airnya warga kami terpaksa beli air yang pakai tangki itu, harganya mahal, Bu,” ungkap Edi Sulistyo, Kadus Dusun Dungtemu saat ditemui.

Sahabat, Dusun Dungtemu, Desa Banaran, Pracimantoro, Wonogiri, Jawa Tengah merupakan salah satu wilayah yang rawan kekeringan saat musim kemarau tiba. Sebagian besar warga setempat biasa menggunakan air untuk kebutuhan sehari-hari di Sumur Masjid At-Taqwa, tempat ibadah utama di Dusun tersebut.

Saat kemarau tiba, sumur di kawasan tersebut mulai mengalami kering kerontang. Sehingga sebagian besar warga terpaksa memilih untuk membeli air tangki. Satu tangki air dihargai cukup mahal, kisaran Rp. 170.000. per tangkinya, cukup tinggi bagi warga sekitar.

Air tangki yang mereka gunakan kurang lebih hanya bertahan sampai dua pekan. Umumnya digunakan untuk konsumsi sehari-hari dan kebutuhan ternak mereka. “Kami bersyukur atas bantuan yang diberikan LAZiS Jateng dan donatur berupa sumur bor di tempat kami, alhamdulilah terima kasih banyak,” lanjut Edi.

Sahabat, alhamdulilah beberapa waktu lalu kami berkesempatan untuk menyelenggarakan acara peresmian sumur bor bantuan dari sahabat di kawasan tersebut. Selain meresmikan sumur tersebut, kami juga menyalurkan bantuan berupa sembako untuk 38 lansia di sana. Terima kasih banyak ya sahabat, bantuanmu InsyaAllah sangat meringankan beban mereka.

Yuk, bersama kita terus memberikan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan. Berikan bantuan terbaikmu melalui :

BSI 7077755661
a.n Lazis Jateng Pusat
Mandiri 1360013144040
a.n Yayasan Al Ihsan Jawa Tengah

#lazisjateng #jateng
#lebihpeduliuntukberbagi