MENARIK HIKMAH DARI KISAH IBU DIAH

Sahabat, kenalin nama beliau Diah Repelita (45). Ibu Diah panggilan akrabnya tinggal di sebuah rumah kontrakan sederhana di Jalan Tanjung, Kelurahan Kejambon, Kecamatan Tegal Timur, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Beliau tinggal bersama putri semata wayangnya pasca suaminya meninggal karena sakit keras.

Putri semata wayangnya yang berusia 18 tahun lah yang selama ini merawat Ibu Diah. Strok ringan, gejala sakit jantung, vertigo, dan beberapa penyakit yang diidapnya membuat dirinya tidak mampu kembali dengan maksimal beraktivitas. Bahkan pasca suaminya meninggal, kondisi beliau semakin memprihatinkan.

“Dulu Ibu bekerja serabutan, Bu. Ibu sering bantu-bantu tetangga jika tenaganya dibutuhkan. Bahkan pekerjaan yang biasa dilakukan laki-laki pun pernah beliau lakukan demi mencukupi kebutuhan keluarga. Sekarang beliau sudah sering sakit-sakitan, kondisinya melemah setelah ayah meninggal,” ungkap putri Ibu Diah yang selama ini merawatnya.

Sahabat, kondisi keluarga Ibu Diah adalah satu dari sekian banyak potret keluarga dhuafa lain di luar sana. Kami sangat bahagia berkat sinergi yang sahabat lakukan, dapat sedikit membantu meringankan beban keluarga Ibu Diah. Kami insyaAllah berinisiatif untuk memberikan kebutuhan sembako untuk beliau setiap bulannya.

Yuk, sahabat, bersama kita berikan kontribusi demi membahagiakan saudara-saudara kita yang membutuhkan. Apapun dan seberapapun bantuan yang sahabat berikan, InsyaAllah akan sangat bermanfaat bagi mereka. Berikan sedekah terbaikmu melalui :

BSI 7077755661
a.n Lazis Jateng Pusat
Mandiri 1360013144040
a.n Yayasan Al Ihsan Jawa Tengah

#lazisjateng #jateng
#lebihpeduliuntukberbagi