MEILIN, BOCAH YATIM MANDIRI YANG MENGINSPIRASI

Zahra Meilin Yunior, atau yang lebih akrab disapa Meilin saat ini tinggal di daerah Jl. Bulu Stalan, Semarang, Jawa Tengah. Ia tinggal bersama Ibu dan kedua saudaranya. Pada 2019 lalu, ia harus merelakan kepergian ayahnya ke pangkuan-Nya dikarenakan sakit, hal ini yang membuat dirinya menjadi seorang yatim.

Saat ini, Meilin duduk di bangku kelas 2 di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Semarang. Bocah 13 tahun ini sangat menyukai mata pelajaran bahasa Inggris dan bahasa Arab. “Saya sangat suka kedua pelajaran itu, kelak kalau sudah besar saya ingin jadi seorang guru bahasa,” tuturnya.

Ibu Meilin bekerja sebagai pedagang sembako di Pasar Bulu. Disela-sela belajarnya, ia juga sering membantu ibunya berjualan di pasar. “Iya, sering bantu Ibu jualan di pasar. Biasanya ibu jualan sendirian, sering kelihatan capek. Apalagi setelah ayah meninggal, Ibu yang sekarang berjuang untuk keluarga, saya ingin ringankan bebannya” ungkapnya.

Meilin mengaku, di masa-masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, omzet penjualan dagangan Ibunya tidak terlalu maksimal. Tak jarang ia dan ibunya harus pulang dengan tangan kosong, sebab penjualannya tidak laku/ menurun.

Sahabat kepedulian, Kisah inspiratif Meilin yang tekun belajar juga membantu Ibunya merupakan satu dari sekian banyak cerita yang hadir di sekitar kita. Saat ini, kami meyakini banyak sekali saudara kita para yatim dengan segala keterbatasannya berupaya untuk tetap bertahan dari segala kondisi.

Mari, bersama kita mengawal mereka, memberikan kebahagiaan dengan berkontribusi melalui bantuan yang sahabat berikan. Salurkan sedekah terbaikmu dan bantu wujudkan kebahagiaan bagi para penerima manfaat melalui :

Rekening Donasi
BSI 7077755661
a.n LAZIZ JATENG PUSAT
MANDIRI 1360013144040
a.n Yayasan Al Ihsan Jawa Tengah

#lazisjateng
#lebihpeduliuntukberbagi
#indonesiabangkit