MBAH CEMPLUK, LANSIA PENJUAL SALOME YANG TAK BISA LAGI BEKERJA

“Sebelum ini (pandemi covid-19) saya dulu berjualan kue salome goreng di sekolah dasar dekat sini (rumahnya). Tapi semenjak corona saya sudah tidak berjualan lagi karena tidak ada anak yang sekolah (daring), Pak. ujar Mbah Cempluk kepada kami, saat ditemui.

Mbah Cempluk (85), lansia yang tinggal di Desa Ngampo, Kismoyoso, Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah ini kini tak lagi bisa mencari nafkah dengan berjulan seperti dulu lagi. Bleiau lebih banyak menghabiskan masa senjanya di rumah sederhana yang beliau tinggali.

Pandemi covid-19 yang belum usai hingga kini, menjadikan usaha beliau mandek dan terpaksa berhenti. Beliau tak bisa lagi berjalan makanan tradisional untuk anak-anak. Entah sampai kapan kondisi demikian harus beliau alami. Pemasukan utama yang hanya berasal dari hasil jualan berakibat pada kondisi beliau yang saat ini serba kekurangan.

Alhamdulillah, sahabat. Selasa (26/10) sore lalu, berkat bantuan dan doa dari sahabat sekalian, kami @lazisjateng.solo berkesempatan untuk bersilarurahmi dengan Mbah Cempluk di kediamannya. Kami juga menyampaikan amanah yang sahabat titipkan berupa sembako untuk beliau. Terima kasih ya sahabat, bantuanmu sangat bermanfaat bagi Mbah Cempluk.

Mari, sahabat. Bersama kita terus membahagiakan saudara kita yang membutuhkan dengan berkontribusi memberikan bantuan terbaikmu melalui :

BSI 7077755661
a.n Lazis Jateng Pusat
Mandiri 1360013144040
a.n Yayasan Al Ihsan Jawa Tengah

#lazisjateng #jateng
#lebihpeduliuntukberbagi