Kontribusi LAZiS Jateng dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/ Sustainable Development Goals (SDGs) di Jawa Tengah 

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/ Sustainable Development Goals (SDGs) adalah pembangunan yang menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan, pembangunan yang menjaga keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat, pembangunan yang menjaga kualitas lingkungan hidup serta  pembangunan yang menjamin keadilan dan terlaksananya tata kelola yang mampu menjaga peningkatan kualitas hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya. 

Upaya pencapaian target TPB/SDGs menjadi prioritas pembangunan nasional, yang memerlukan sinergi kebijakan perencanaan di tingkat nasional dan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. TPB/SDGs merupakan penyempurnaan dari Tujuan Pembangunan Milenium (Millennium Development Goals/MDGs) yang lebih komprehensif dengan melibatkan lebih banyak negara baik negara maju maupun berkembang, memperluas sumber pendanaan, menekankan pada hak asasi manusia, inklusif dengan pelibatan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan media, Filantropi dan Pelaku Usaha, serta Akademisi dan Pakar.

Indonesia telah berhasil mencapai sebagian besar target MDGs Indonesia yaitu 49 dari 67 indikator MDGs, namun demikian masih terdapat beberapa indikator yang harus dilanjutkan dalam pelaksanaan TPB/SDGs. Beberapa indikator yang harus dilanjutkan tersebut antara lain penurunan angka kemiskinan berdasarkan garis kemiskinan nasional, peningkatan konsumsi minimum di bawah 1.400 kkal/kapita/hari, penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), penanggulangan HIV/AIDS, penyediaan air bersih dan sanitasi di daerah pedesaan serta disparitas capaian target antar provinsi yang masih lebar.

Dalam proses mewujudkan agenda pembangunan berkelanjutan di Indonesia, para Stakeholder penggiat SDGs mulai melihat dan mengkaji potensi sumber daya terutama di sektor pendanaan untuk mencapai SDGs dari sektor zakat. Jika melihat target alokasi zakat di Indonesia dan jenis program yang telah diluncurkan oleh badan zakat Indonesia, terlihat adanya irisan dan persamaan yang jelas antara target alokasi zakat dan pencapaian SDGs dalam berbagai aspek. Berbagai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Misalnya, dalam program pengentasan kemiskinan dan kelaparan, memberikan pendidikan berkualitas, air bersih dan sanitasi kepada setiap masyarakat. Oleh karena itu, Zakat dapat dikatakan sebagai alat yang berperan strategis dan berkontribusi terhadap pencapaian SDGs.

ZISWAF Dapat dijadikan alternatif solusi dalam menangai permasalahan pembanguan yang tidak berkelanjutan. Hal ini dikarenakan ZISWAF memiliki peran positif terhadap tercapainya tujuan SDGs di Indonesia. Zakat, infaq, sedekah, dan zakat memiliki peranan penting dalam sektor pendanaan terhadap sasaran zakat yakni 8 Asnaf. Dengan hal ini ZISWAF dapat berperan dalam memberantas kemiskinan, pemberantasan kelaparan, Kesehatan yang layak, dan Pendidikan yang berkualitas.

Kemudian, bagaimana dengan potensi zakat di Jawa Tengah sendiri? Berdasarkan survei hasil Pemetaan Potensi Dan Optimalisasi Pengumpulan Zakat Skala Provinsi oleh Puskas BAZNAS, potensi zakat di Jawa Tengah pada tahun 2021 mencapai Rp.505,4 miliar, naik setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan bahwa performa lembaga zakat terus meningkat dan kesadaran masyarakat untuk berzakat semakin tinggi setiap tahunnya.

Sebagai lembaga filantropi, LAZ Al-Ihsan Jawa Tengah juga berkomitmen untuk turut mendukung dan mensukseskan upaya pemerintah, khususnya Provinsi Jawa Tengah dalam mensejahterakan masyarakat dalam mencapai TPB/SDGs. Melalui ikhtiar bersama berupa realisasi program keummatan, LAZiS Jateng terus berupaya memberikan persembahan terbaiknya. Beberapa diantaranya melalui program pemberdayaan ekonomi, sebagai ikhtiar turut menekan angka kemiskinan, serta sosial & kemanusiaan sebagai upaya penyediaan air bersih melalui program sumur bor dan penyediaan air bersih untuk daerah kekeringan di pedesaan.

Alhamdulillah, melalui program pemberdayaan ekonomi, selama 3 tahun terakhir, sebanyak 2.820 lebih penerima manfaat telah merasakan kebaikan & kehadiran LAZiS Jateng. Setiap dari mereka yang sebagian besar adalah para pelaku UMKM diberikan dukungan berupa bantuan modal usaha, pembinaan kewirausahaan, serta monitoring usaha dari masing-masing penerima manfaat. Tak hanya sampai di situ, ada sebagian dari mereka yang juga mulai membantu orang-orang terdekatnya dengan menyalurkan kemampuan wirausaha yang dimiliki, sehingga mampu menginspirasi orang lain. Dalam program pemberdayaan ekonomi ini, LAZiS Jateng juga memiliki komitmen dalam tajuk tebar “1000 Gerobak Berkah” untuk para pelaku UMKM/ masyarakat yang membutuhkan. 

Dengan adanya program pemberdayaan ekonomi ini, melalui gerakan tebar “1000 Gerobak Berkah,” bantuan modal usaha, pembinaan kewirausahaan, serta monitoring usaha, besar harapan kami dapat mendukung program pemerintah TPB/SDGs dalam menekan angka kemiskinan yang menjadi salah satu prioritas utama dalam indikator pencapaian TPB/SDGs, khususnya di Provinsi Jawa Tengah. Selain pemberdayaan ekonomi, penyediaan air bersih di pedesaan yang menjadi salah satu topik utama juga tak luput dari perhatian LAZiS Jateng. Alhamdulillah, terhitung tahun 2019, melalui program “Alirkan Kebaikan” LAZiS Jateng bersama sahabat kepedulian mampu mengalirkan kebaikan untuk masyarakat di pedesaan yang membutuhkan dengan menyediakan air bersih & sumur bor di 82 titik di kota/kabupaten Jawa Tengah, 154 tangki air, 1.202.850 lt air yang disalurkan, serta menjangkau 6.102 KK penerima manfaat di daerah rawan kekeringan.

Di samping pengurangan jumlah kemiskinan dan penyediaan air bersih di pedesaan, dalam bidang pendidikan dan kesehatan yang menjadi beberapa indikator pencapaian TPB/SDGs juga menjadi fokus LAZiS Jateng berikutnya. Tingginya kebutuhan biaya kesehatan yang bagi sebagian orang/ masyarakat dengan ekonomi menengah kebawah terlampau sulit, menjadi kendala bagi mereka. LAZiS Jateng hadir dengan memberikan dukungan biaya kesehatan yang pada 3 tahun terakhir ini mampu menjangkau 4.003 penerima manfaat kesehatan. Bahkan, saat pandemi covid-19 tahun 2020-2021 lalu, LAZiS Jateng berkesempatan membantu 19.975 penerima manfaat melalui dukungan kesehata berupa APD, sembako, vitamin dan lain sebagainya. Sementara, dalam bidang pendidikan, LAZiS Jateng menyediakan fasilitas berupa beasiswa pendidikan bagi anak-anak yatim/ dhuafa di Jawa Tengah melalui Beasiswa Tepat Terpadu (BETTER) yang hingga saat ini mampu memberikan kesempatan bagi 839 penerima manfaat/ saudara yang membutuhkan dalam bidang pendidikan.

Sumber : sdgs.bappeda.jatengprov.go.id, sdgs.bappenas, puskasbaznas.com

[RANGKUMAN] KONTRIBUSI LAZiS JATENG DALAM TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN. 

MENINGKATKAN PERTUMBUHAN EKONOMI YANG INKLUSIF DAN BERKELANJUTAN, KESEMPATAN KERJA YANG PRODUKTIF DAN MENYELURUH, SERTA PEKERJAAN YANG LAYAK

  • Bantuan untuk Pedagang Kecil & UMKM
  • Bantuan Gerobak Berkah
  • Bantuan Kewirausahaan

AIR BERSIH & SANITASI YANG LAYAK (3 INDIKATOR)

  • Penyediaan Air Bersih
  • Penyediaan Tangki Air Bersih
  • Sumur Bor

EKOSISTEM DARATAN (1 INDIKATOR)

  • Penanaman Bibit Pohon Pelestarian Lingkugan

EKOSISTEM LAUTAN (1 INDIKATOR)

  • Penanaman Bibit Mangrove

KOTA DAN PEMUKIMAN YANG BERKELANJUTAN (1 INDIKATOR)

  • Bank Sampah

TANPA KEMISKINAN (7 INDIKATOR)

  • Bantuan untuk Pedagang Kecil & UMKM
  • Bantuan Gerobak Berkah
  • Bantuan Kewirausahaan
  • Beasiswa Tepat Terpadu (BETTER
  • Bantuan Guru Ngaji

TANPA KELAPARAN (8 INDIKATOR)

  • Bantuan untuk Lansia
  • Bantuan pangan untuk dhuafa
  • Bantuan Kewirausahaan
  • Bantuan Gizi untuk Yatim/Dhuafa

KEHIDUPAN SEHAT DAN SEJAHTERA (7 INDIKATOR)

  • Bantuan Kesehatan untuk Yatim/ Dhuafa
  • Bantuan Kesehatan untuk Lansia

PENDIDIKAN YANG BERKUALITAS (8 INDIKATOR)

  • Beasiswa Tepat Terpadu (BETTER
  • Pesantren Kemandirian
  • Rumah Quran