KISAH YOYO, MENGAIS RONGSOKAN DEMI PENDIDIKAN DAN BAHAGIAKAN ORANG TUA

“Sepulang sekolah, saya biasanya langsung mencari barang rongsok untuk dijual. Saya membantu bapak dan ibu mencukupi kebutuhan kami. Tapi, saya juga tidak lupa belajar. Saya sangat senang kalau melihat bapak dan ibu senang, Mba,” tutur Yoyo kepada kami saat bertemu.

Sri Mulyo Kencono (9) atau yang lebih akrab disapa Yoyo ini merupakan putra dari pasangan Bapak Hasbullah (45) dan Ibu Nuryati (37). Ia tinggal di sebuah rumah sederhana bersama keluarganya di Dukuh Pucung Rt.04/03, Kecmatan Talun, Kabupaten Pekalongan. Saat ini, Yoyo duduk di bangku kelas 4 SD.

“Jarak rumah Yoyo ke sekolah terbilang cukup jauh, Mba, sekitar 5 KM dan itu ditempuh dengan berjalan kaki setiap hari. Ia termasuk murid kami yang cukup rajin,” ungkap Wondo, salah seorang pengajar di sekolah Yoyo.

Alhamdulillah, sahabat. Beberapa waktu lalu kami berkesempatan bertemu dengan Dik Yoyo yang didampingi oleh gurunya. Tak lupa, kami juga menyampaikan amanah dari sahabat berupa optimasi beasiswa BETTER yang diserahkan untuk Dik Yoyo.

Terima kasih banyak ya sahabat. InsyaAllah kontribusi yang sahabat berikan sangat bermanfaat untuk menunjang pendidikan serta meringankan beban Dik Yoyo dan keluarga. Yuk, sahabat, bersama kita terus memberikan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan khususnya dalam hal pendidikan. Berikan kontribusi terbaikmu melalui :

BSI 7077755661
a.n Lazis Jateng Pusat
Mandiri 1360013144040
a.n Yayasan Al Ihsan Jawa Tengah

#lazisjateng #jateng
#lebihpeduliuntukberbagi