KISAH PILU MBAH SUKIMAN, LANSIA YANG HIDUP SEBATANGKARA

Sahabat, kenalin nama beliau Mbah Sukiman (62). Beliau hidup sebatangkara di sebuah gubug kecil bantuan warga sekitar di Desa Bedoyo, Kecamatan Gesono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Tanah yang Mbah Sukiman tinggali merupakan tanah milik orang lain yang bertempat tinggal jauh dari desa tersebut.

“Ini (rumah Mbah Sukiman) masih terbuat dari bambu, mas. Saya sendiri tidak punya apa-apa mas, cuma ada kasur yang sudah rusak ini, satu lampu penerangandari tetangga sama penanak nasi saja. Tidak ada mck, mas, kalau saya mau mandi atau buang air harus jalan kaki ke sungai yang jaraknya jauh dari sini,” ungkap Mbah Sukiman.

Kondisi Mbah Sukiman yang sering sakit-sakitan menjadikan beliau harus mengenakan tongkat untuk berjalan. Istri beliau sudah 2 bulan belakangan meninggalkan beliau kembali ke Lampung. Semenjak hidup berumah tangga dengan istrinya, beliau belum dikaruniai seorang anak pun.

Saat ini beliau hidup hanya bergantung dengan belas kasih orang lain. Setiap hari warga sekitar biasanya ada yang memberikan makanan kepada beliau. Sahabat, bayang-bayang menikmati hidup di sisa usia orang-orang pada umumnya, tidak beliau rasakan. Beliau harus menanggung keprihatinan hidup sebatangkara di usia senjanya.

Kami meyakini bahwa di luar sana masih banyak saudara kita yang membutuhkan. Oleh sebab itu, kami mengajak sahabat untuk bersama kita memperhatikan kondisi dan memberikan kebahagiaan untuk mereka. Yuk, berikan kontribusi terbaikmu melalui :

BSI 7077755661
a.n Lazis Jateng Pusat
Mandiri 1360013144040
a.n Yayasan Al Ihsan Jawa Tengah

#lazisjateng #jateng
#lebihpeduliuntukberbagi