Kisah Mbah Sapar, satu-satunya keluarga muslim yang tinggal di Dusun lereng Merbabu

Sahabat, hidup sebagai minoritas dalam sebuah kelompok tentu bukan suatu hal yang mudah. Terlebih minoritas dalam beragama, banyak hal yang menjadi kendala. Begitu pun yang dialami Mbah Sapar dan istri, satu-satunya keluarga muslim yang tinggal di Dusun Diwak, Batur, Getasan, Kabupaten Semarang.

Kakek berusia 80 tahun ini tinggal bersama sang istri, Mbah Karti di sebuah rumah sederhana. Di Dusun ini, mayoritas warganya beragama Kristen. “Ya biasa mas, kadang ada pihak yang tak bertanggung jawab mungkin ya ingin ajak saya, tapi saya tolak,”. Hanya keluarga Mbah Sapar lah yang tetap teguh memeluk agama Islam.

Berat sebenarnya menjadi Mbah Sapar dan Mbah Karti, untuk beribadah saja beliau harus pergi ke dusun sebelah yang jaraknya cukup jauh dari rumah Mbah Sapar. Alhamdulillah, beberapa waktu lalu tim @lazis_jatengcabangsalatiga berkunjung ke rumahnya dan menyerahkab bantuan dari sahabat kepedulian.

Sahabat, keteguhan iman Mbah Sapar dan istri yang sehari-harinya bekerja sebagai petani ini memang luar biasa. Di tengah kondisi yang mungkin cukup berat, mereka tetap teguh dalam pendiriannya. Alhamdulillah, beliau sangat bahagia saat kami kunjungi dan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada sahabat semua.

Terima kasih ya sahabat, dukunganmu sangat berarti bagi keluarga Mbah Sapar. Kita doakan semoga Allah selalu menjaga beliau dalam keimanan dan dikuatkan ya, sahabat. Yuk, berikan juga bantuanmu kepada saudara kita yang membutuhkan di luar sana, salurkan donasi terbaikmu melalui :

https://donasi.online/lazisjateng/donasi

Atau transfer melalui rekening :

BSI 7077755661
a.n Lazis Jateng Pusat

Mandiri 1360013144040
a.n Yayasan Al Ihsan Jawa Tengah

#lazisjateng #jateng
#lebihpeduliuntukberbagi