KISAH KETEGARAN MBAH PONIYEM DAN SANG CUCU

Sahabat, perkenalkan nama beliau Poniyem (81), beliau lebih akrab disapa Mbah Poniyem oleh warga sekitar. Mbah Poniyem tinggal bersama cucunya, Dudung (14), di sebuah rumah yang sangat jauh dari kata layak dan dibangun di atas tanah milik pemerintah di Dukuh Kemplaten, Desa Krompeng, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan, jawa Tengah.

Kondisi kesehatan Mbah Poniyem yang mulai melemah seiring dengan bertambahnya umur, menyebabkan beliau tak bisa lagi bekerja mencari barang-barang bekas/ rongsok seperti dulu. Bahkan untuk sekadar berdiri dan beraktivitas sehari-harinya saja ia harus dibantu oleh cucunya. Pandangaannya yang sudah mulai memudar/ rabun membuatnya mengalami kesulitan dalam melihat sesuatu.

Danang, cucu beliau yang kini duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) di salah satu sekolah negeri di Pekalongan dan merupakan salah satu penerima beasiswa BETTER, belum dapat optimal membantu setiap kebutuhan nenek dan rumahnya.

“Di masa pendemi seperti ini yang mengharuskan sekolah harus diadakan secara online sangat berat bagi saya ,mba. Apalagi saya tidak punya HP, saya bingung. Kalau bapak guru mau ngasih tugas itu harus ke rumah saya dulu (memberikan tugas secara langsung/ luring),” terang Danang.

Sahabat, menurut Mbah Poniyem, saat ini mereka sangat kesulitan mencukupi kebutuhan hidup. Bahkan untuk sekadar kebutuhan makan dan minum saja, saat mereka bisa mencukupinya, mereka sudah sangat bersyukur. Beliau pun juga kembali terharu saat kami memberikan tititpan amanah dari sahabat berupa paket sembako dan BETTER untuk cucunya serta mengucapkan terima kasih kepada sahabat sekalian.

Sahabat, melihat kondisi demikian semoga semakin membuat rasa syukur dan empati kita terus meningkat. Yuk, sahabat, bersama kita terus memberikan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan, berian bantuan terbaikmu melalui :

BSI 7077755661
a.n Lazis Jateng Pusat
Mandiri 1360013144040
a.n Yayasan Al Ihsan Jawa Tengah

#lazisjateng #jateng
#lebihpeduliuntukberbagi