KISAH KETEGARAN DAN KESEDERHANAAN MBAH NUR

Nur Eko Widoningrum, atau lebih yang lebih akrab disapa Mbah Nur hidup bersama sang adik di sebuah rumah yang sejatinya tak layak huni di Kelurahan Sokanandi, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Beliau hidup dengan penuh kesederhanaan.

“Saya sudah tidak bisa bekerja, Mas, untuk jalan saja sudah tidak mampu seperti dulu. Sekarang harus pakai tongkat sebagai penunjang sehari-hari. Adik saya yang sebenarnya memiliki keterbelakangan mental juga tak bisa sepenuhnya diandalkan, Mas,” ujar Mbah Nur.

Kondisi yang demikian itu menjadikan kehidupan Mbah Nur dan adiknya hidup dengan penuh keterbatasan. Bahkan menurutnya, untuk kebutuhan makan sehari-hari saja beliau seringkali mengandalkan bantuan dari tetangga sekitar.

Sahabat, di masa tuanya, beliau harus mendapati kenyataan yang bagi kita mungkin tidak sesuai harapan. Beliau dan adiknya harus bekerja keras guna mencukupi kebutuhannya. Alhamdulillah, Mbah Nur sangat senang dan terharu ketika kami datang dan memberikan amanah dari sahabat berupa bingkisan sembako.

Terima kasih banyak ya sahabat, uluran tanganmu insyaAllah sangat bermanfaat untuk mereka. Yuk, bersama kita terus membahagiakan saudara kita yang membutuhkan. Berikan kontribusi berupa donasi terbaikmu melalui :

BSI 7077755661
a.n Lazis Jateng Pusat
Mandiri 1360013144040
a.n Yayasan Al Ihsan Jawa Tengah

#lazisjateng #jateng
#lebihpeduliuntukberbagi