KISAH ENAM BERSAUDARA YANG JADI YATIM PIATU DALAM KURUN WAKTU KURANG DARI SEBULAN

“Alhamdulillah, Ahad (24/10) lalu, kami ditemani Ibu Nur selaku lurah setempat bersilaturahmi ke keluarga (anak-anak) yatim piatu yang belum lama ini ditinggal pergi oleh bapak dan ibunya dalam waktu yang sangat dekat,” ujar

Keenam bersaudara itu tinggal di Kelurahan Tirto, Pekalongan Barat, Pekalongan, Jawa Tengah. Mereka anak dari Alm. Ibu Sunarti (42) yang meninggal pada 17 Oktober lalu menyusul suaminya yang juga belum lama meninggal akibat penyakit jantung yang dideritanya.

“Anak pertama bernama Nailatul Ghorizah (20) yang kini bekerja sebagai juru jahit. Adiknya nomor dua bernama Dzkrul Azis (15) yang putus sekolah, nomor 3 bernama Nasrul Fatah (13) kelas 3 SMP, adiknya bernama Nazilatulrrochmah kelas 3 SD, nomor 6 bernama Syaeful Umam (6) yang juga tak sekolah, dan terakhir Ziadatul Khasanah (3) yang kini diasuh saudara asuhnya,” ujar Ibu Nur.

Di usia mereka yang kebanyakan masih tergolong belia, mereka harus menerima takdir ditinggalkan orang tercinta yang mengasuh dan merawat mereka. Namun, mereka tetap bersyukur masih bisa tinggal di tempat layak, meski harus bekerja keras mencukupi kebutuhan satu sama lain.

Sahabat, kami sangat senang bisa bersilaturahmi dengan mereka. Banyak pelajaran yang dapat kita ambil bersama. Selain itu, mereka juga berterima kasih atas bantuan sembako yang sahabat berikan. Terima kasih ya, sahabat. Yuk, bersama kita terus berkomitmen berikan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan.

Berikan kontribusi terbaikmu melalui :

BSI 7077755661
a.n Lazis Jateng Pusat
Mandiri 1360013144040
a.n Yayasan Al Ihsan Jawa Tengah

#lazisjateng #jateng
#lebihpeduliuntukberbagi