Kisah di Balik Tumpukan Sampah

 Kisah di Balik Tumpukan Sampah

Kisah di Balik Tumpukan Sampah

Sahabat, menjadi seorang pemulung sampah tentu bukan menjadi harapan terbaik bagi kebanyakan orang. Seringkali, kondisilah yang memaksa mereka berjuang mencari penghidupan dengan jalan demikian. Begitu pun yang Ibu Tinah alami.

Ibu Tinah, wanita berusia 57 tahun yang kini menekuni pekerjaan sebagai pemulung sampah di TPA Jatibarang, Semarang, sebenarnya bukan warga asli wilayah sana. Beliau merantau bersama suaminya dari tempat tinggalnya, Boyolali.

Sudah 20 tahun lamanya beliau bersama suami dan anaknya tinggal dan hidup di kawasan TPA tersebut. “Mau bagaimana lagi, Mas, dulu sampai sekarang susah nyari kerja, ya kami memilih kerja ini (pemulung),” katanya.

Bau sampah yang menyengat, lingkungan yang kumuh seolah sudah menjadi barang yang biasa bagi beliau dan keluarga. Sehari-hari, sedari pagi sampai malam biasanya beliau mulai memungut sampah, agar nantinya bisa dijual ke pengepul.

“Sehari kira-kira bisa 20.000, segini udah Alhamdulillah. Bisa buat makan, sekolah anak,” sambung Bu Tinah.

Sahabat, beliau serta orang-orang di sana tetap bersyukur meski hidup dengan keterbatasan. Yuk, temani perjuangan mereka dalam mencari nafkah dengan memberikan sedekah terbaikmu melalui :

BSI 7077755661
a.n Lazis Jateng Pusat

Mandiri 1360013144040
a.n Yayasan Al Ihsan Jawa Tengah

#lazisjateng #jateng
#lebihpeduliuntukberbagi

Copyright © 2022 News Lazis Jateng