KISAH DESY, MUALAF PENDERITA GAGAL GINJAL

Jumat (13/8) lalu, Alhamdulillah kami berkesempatan berkunjung ke kediaman keluarga Ibu Desy di sepetak kamar indekos di Jl. Mulawarman, Tembalang, Kota Semarang. Desy tinggal bersama suami dan ketiga anaknya yang masih kecil. Pasangan suami istri ini merupakan seorang mualaf sejak awal menikah dan tak memiliki seorang kerabatpun di Semarang.

Desy adalah wanita parubaya yang menderita gagal ginjal dan harus cuci darah dua kali dalam sepekan. Menurut pengakuan sang suami, sedari kecil ia sering mengonsumsi obat asma, hal inilah yang menjadi diagnosa dokter bahwa kini ia harus menderita gagal ginjal. Saat ini kondisinya cukup mengkhawatirkan, ia harus mengeluarkan biaya yang lebih kurang mencapai 1 juta perbulan untuk kebutuhan rutin penyembuhannya dan tak bisa mengandalkan jaminan kesehatan dari pemerintah.

Yaa, dengan hanya berprofesi sebagai pekerja serabutan dan ditambah masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, biaya untuk mencukupi segala kebutuhan baik kesehatan sang istri maupun keseharian masih sangat kesulitan. Namun ia dan keluarga sangat bersyukur, masih ada segelintir orang yang peduli dengan keluarganya, khususnya demi kesembuhan istrinya.

“Alhamdulillah, terima kasih banyak atas kebaikan LAZiS Jateng yang telah membantu kami. Dana yang diberikan untuk kesembuhan istri dan sembako untuk kami InsyaAllah sangat bermanfaat,” imbuhnya.

Sahabat kepedulian, potret Ibu Desy adalah sebagian kecil dari tanggung jawab kita bersama. Kami yakin di luar sana masih banyak masyarakat yang sangat membutuhkan uluran tangan sahabat sekalian. Mari, sahabat. Bersama kita ringankan beban & memberikan kebahagiaan untuk kesembuhan Ibu Desy serta saudara kita yang lainnya. Salurkan sedekah terbaikmu melalui :

Rekening Donasi
BSI 7077755661
a.n LAZIZ JATENG PUSAT
MANDIRI 1360013144040
a.n Yayasan Al Ihsan Jawa Tengah

#lazisjateng
#lebihpeduliuntukberbagi
#indonesiabangkit