KISAH DAFFA & DAFFI, BALITA PREMATUR YANG HARUS DIINKUBATOR

“Aku dan adekku Daffi masih harus memakai inkubator ini, Kak. Ingin rasanya bisa segera melihat keindahan ciptaan Allah di luar sana.

Kenalin Kak, namaku Daffa dan adekku Daffi, kami lahir secara prematur dengan berat badan 1,8 dan 1,7 kg di Desa Jogomertan, Klirong, Kebumen, Jawa Tengah.

Yaa, karena kondisi kami inilah yang menyebabkan kami harus memakai inkubator. Ditambah, kondisi ibu kami (Ibu Siti) yang qadarullah ASI beliau belum lancar, sehingga membutuhkan asupan susu tambahan agar kami bisa tumbuh layaknya teman-teman kami di luar sana.

Jujur saja, kami tak ingin selalu membebani Ayah dan Ibu. Ayah kami (Bpk. Rofik) yang hanya seorang penjual cilok keliling dengan pendapatan minim tak bisa membantu kesembuhan kami dengan maksimal, apalagi pandemi seperti saat ini.

Alhamdulillah, berkat bantuan Kakak semua, kami dan keluarga merasa sangat bahagia. Terlebih Ayah dan Ibu kami, beliau sangat terharu dan berterima kasih kepada Kakak semua. Doakan kami agar bisa tumbuh dengan baik dan bisa bermain di luar sana ya, Kak. Terima kasih,”

—-

Sahabat, Daffa dan Daffi hanyalah potret kecil kondisi dari banyak adik-adik & saudara kita yang membutuhkan di luar sana. Keterbatasan ekonomi keluarga membuat mereka kesulitan mencukupi kebutuhan kesehatan mereka. Yuk, iringi perjuangan mereka dan saudara kita yang lain dengan sedekah terbaikmu, melalui :

BSI 7077755661
a.n Lazis Jateng Pusat
Mandiri 1360013144040
a.n Yayasan Al Ihsan Jawa Tengah

#lazisjateng #jateng
#lebihpeduliuntukberbagi