Iman Mbah Ma’ruf Tak Goyah, Meski Terbaring Lemah & Hidup Sebatangkara

 Iman Mbah Ma’ruf Tak Goyah, Meski Terbaring Lemah & Hidup Sebatangkara

Sudah sekitar 3 tahun, Mbah Ma’ruf (61) berjuang melawan penyakit komplikasinya. Beliau hidup sebatangkara dan tinggal di gubuk sederhana di Sidokerto, Plupuh, Sragen, Jawa Tengah.

Kesedihan Mbah Ma’ruf bermula pada 10 tahun silam saat sang istri lebih dulu pergi menghadap-Nya. Beliau juga tak memiliki anak dan sanak keluarga yang bisa merawatnya.

Saat ini, beliau diurus oleh tetangga yang sudah dianggap anak sendiri. Karena penyakit yang dideritanya, beliau tak bisa beraktivitas normal dan hanya terbaring lemah di ranjangnya. Mbah Ma’ruf tak punya biaya untuk berobat.

Yang luar biasa adalah beliau tetap berpuasa penuh di Ramadhan kemarin, dan saat kami temui beliau juga tengah berpuasa Syawal. “Kalau saya nggak puasa, siapa yang nanggung kewajiban saya? Fidyah saya? Kalau saya mati, saya dalam keadaan puasa,” tutur beliau.

MasyaAllah, meski cobaan berat tengah dialami namun beliau tetap gigih memperjuangkan keimanannya, ya sahabat. Alhamdulillah, beberapa waktu lalu @lazisjateng.sragen berkunjung & memberikan amanah darimu berupa bantuan kesehatan untuk beliau. Terima kasih ya, sahabat.

Mari, sahabat, kita doakan dan dukung perjuangan Mbah Ma’ruf untuk sembuh. Agar beliau lebih bersemangat & maksimal dalam ibadah. Dukung juga lansia dhuafa di luar sana dengan doa tertulus dan sedekah terbaik untuk mereka, melalui :

Rekening donasi:
BSI 7077 7556 61
a.n LAZIS JATENG PUSAT

Mandiri 1360 0131 4404 0
a.n Yayasan Al Ihsan Jawa Tengah

#lazisjateng #jateng
#lebihpeduliuntukberbagi
#lansia #dhuafa

Copyright © 2022 News Lazis Jateng