Hadiri Munas IX FOZ, LAZiS Jateng Berkomitmen Penuh Dukung Pembangunan Nasional

MALANG. LAZiS Jateng online— Doso Sutrisno, Direktur Eksekutif LAZiS Jateng menyampaikan, pada Kamis (3/6) lalu, LAZiS Jateng menghadiri Musyawarah Nasional ke-9 Forum Zakat (FOZ) yang bertempat di Hotel Golden Tulip, Kota Batu, Malang, Jawa Timur. Agenda yang diikuti oleh 130 pimpinan Anggota Forum Zakat dari seluruh Indonesia ini diharapkan dapat menjadi momentum penting bagi Forum Zakat untuk membicarakan arah gerakan zakat ke depan, terutama dalam rangka membantu pemerintah sebagai upaya pembangunan nasional. Agenda ini dilaksanakan secara luring dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Kami menghadiri undangan Munas ke-9 Forum Zakat (FOZ) di Malang pada Kamis lalu. Kegiatan ini dihadiri oleh hampir seluruh pimpinan anggota FOZ, dikarenakan ada pembatasan yang berkaitan dengan anjuran pemerintah, maka yang hadir dibatasi, hanya sekitar 50% saja. Berdasarkan kesepakatan, insyaAllah agenda ini akan dilaksanakan selama dua hari dari tanggal 3-4 Juni 2021,” ujar Doso.

Doso menambahkan, agenda tersebut juga dihadiri oleh Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin yang hadir sebagai pembicara secara daring. Selain itu, anggota FOZ yang tidak hadir secara luring juga hadir secara daring, Menteri BUMN Erik Thohir yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). Kemudian Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko juga turut hadir secara langsung di lokasi pertemuan.

“Cukup banyak hal yang kita bahas di forum tersebut, salah satunya adalah isu pembangunan nasional yang menjadi satu dari sekian pembahasan utama yang kita musyawarahkan. Munas FOZ secara substansi bertujuan agar laporan kepengurusan asosiasi dapat diterima oleh para anggota. Di samping itu, Munas FOZ secara strategis bertujuan agar para anggota dan pimpinan lembaga dapat memahami isu zakat. Sebab, zakat harus masuk dalam masalah pemberdayaan masyarakat, apalagi FOZ bekerja sama dengan Bappenas RI. Dengan kata lain, kita harus mampu memadankan program pemberdayaan masyarakat sehingga tercatat dalam distribusi untuk pembangunan nasional,” imbuhnya.

Dilansir dari indonewsdaily, Ketua Umum Forum Zakat, Bambang Suherman mengatakan perlunya kolaborasi dan integrasi program antar pihak, salah satunya adalah kolaborasi antara negara dengan pegiat pada sektor zakat. Dimana selama kurun waktu 2018-2021, Forum Zakat melakukan banyak upaya untuk mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya pada isu pengentasan kemiskinan.

“Kami berusaha menciptakan ekosistem gerakan zakat yang mendorong lahirnya banyak kolaborasi pemberdayaan masyarakat antar OPZ di berbagai daerah,” tuturnya.

Dana zakat, infak, dan sedekah, kata dia, yang dikelola oleh Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) disalurkan dalam berbagai macam bentuk program pemberdayaan masyarakat miskin. Secara umum, program yang dilakukan organisasi pengelola zakat meliputi sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sosial kemanusiaan yang sangat berhubungan dengan agenda pembangunan nasional.

“Kami berharap MUNAS yang kali mengangkat tema Menguatkan Komitmen Kolaborasi Pemberdayaan Masyarakat dapat menjadi momentum penting untuk menguatkan peran OPZ dan kolaborasi dengan Pemerintah dalam upaya mencapai agenda pembangunan nasional yang berkelanjutan,” imbuhnya.

Sementara, Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin dalam sambutannya secara daring mengapresiasi pemilihan tema Munas yang diangkat karena dinilai sangat tepat dan sesuai dengan kondisi aktual dengan kebutuhan saat ini. Selain itu, Wakil Presiden Republik lndonesia Ma’ruf Amin mengatakan dalam kondisi perekonomian yang sedang mengalami penurunan karena adanya pandemi Covid-19, peran zakat dapat menjadi salah satu alat untuk menahan penurunan daya beli masyarakat.

“Peran ini seiring dengan berbagai bantuan sosial yang telah dikucurkan pemerintah selama masa pandemi,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *