Bantuan Modal Usaha untuk Ibu Tianah, Lansia Prasejahtera yang Hidup Sebatang Kara

Ibu Tianah, lansia yang hidup sebatang kara ini tinggal di sebuah gubuk sederhana di Kampung Utri, jalan MT Haryono, Semarang Tengah, Semarang, Jawa Tengah.

Lebih dari sepuluh tahun, Ibu Tianah menekuni pekerjaan sebagai pemulung, memungut barang-barang bekas, menyusuri tempat-tempat kumuh yang jarang dijamah kebanyakan orang di ruko-ruko atau penampungan sampah sekitar rumahnya.

Barang-barang bekas yang telah beliau kumpulkan baru bisa dijual saat sudah banyak, butuh 5-7 hari. Hasil dari penjualan pun tak seberapa. Ya, keadaan inilah yang membuat beliau harus bekerja keras mencukupi kebutuhan sehari-harinya.

Maklum saja, beliau hanya hidup sebatang kara, kedua orang tuanya sudah lama tiada. Ibu Tianah sebenarnya pernah menikah, namun perbedaan pandangan dengan suaminyalah yang menjadikan beliau harus berpisah. Sejak saat itu, beliau berjibaku menjalani kehidupan seorang diri.

Sahabat, untung saja Ibu Tianah memiliki kemampuan memasak saat dulu pernah menjadi karyawan di warung makan. Alhamdulillah, kemampuan inilah yang saat ini tengah beliau perjuangkan sebagai ikhtiar penyambung hidupnya.

Alhamdulillah, berkat dukunganmu, tim @lazisjateng.smg dapat membantu beliau dengan bantuan modal dan alat usaha. Modal inilah yang kini jadi ikhtiar beliau untuk berdagang nasi bungkus keliling.

“Alhamdulillah, terima kasih banyak LAZiS Jateng dan donatur. Sejak dibantu bulan Juli lalu, sekarang saya bisa berjualan nasi bungkus. Kurang lebih 20 nasi bungkus laku setiap harinya. Terima kasih banyak,” katanya.

Sahabat, terima kasih ya. InsyaAllah, bantuan darimu sangat berarti bagi Ibu Tianah. Berkat zakatmu, ini beliau punya harapan untuk berjuang mencukupi kebutuhannya.