Bahas Perizinan Operasional Lembaga Filantropi sampai Covid-19, LAZiS Jateng Kunjungi BPBD Jawa Tengah

SEMARANG.LAZiS Jateng online— Kasus penyebaran Covid-19 khususnya di wilayah Jawa Tengah tergolong yang tertinggi di Indonesia. Sebagai upaya, pemerintah memberlakukan peraturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Jawa-Bali. Akibatnya, aktivitas masyarakat yang disinyalir akan mengundang kerumunan dibatasi, hal tersebut juga berdampak pada hampir seluruh sektor baik ekonomi, sosial, dan sebagainya. Berangkat dari permasalahan tersebut, pada Kamis (15/7) lalu, LAZiS Jateng mewakili seluruh lembaga filantropi yang tergabung dalam Forum Zakat (FOZ) Jawa Tengah, menyambangi Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng guna membahas perizinan operasional lembaga filantropi di masa PPKM. Informasi disampaikan Doso Sutrisno, selaku Direktur Eksekutif LAZiS Jateng dan Ketua FOZ Jawa Tengah.

“Kamis siang, kami mengunjungi Kantor BPBD Jawa Tengah dan berdiskusi membahas perizinan operasional lembaga filantropi khususnya di wilayah Jateng. Di tengah kondisi seperti ini, kami rasa perlu adanya kejelasan mengenai status operasional di sektor filantropi. Selain itu, kami juga menyampaikan aspirasi teman-teman lembaga kepada perwakilan mitra (BPBD) bahwa dengan segala upaya kami juga berusaha mengawal isu penanggulangan Covid-19,” ungkap pria yang akrab disapa Doso itu.

Doso menyampaikan, di samping kegiatan masing-masing lembaga filantropi yang berhubungan dengan pengelolaan zakat dan sejenisnya, seluruh lembaga yang tergabung dalam FOZ termasuk LAZiS Jateng juga berupaya memberikan kontribusi terhadap masyarakat terdampak pandemi. Ia menambahkan, kontribusi yang selama ini diberikan kepada masyarakat sangat beragam, mulai dari kebutuhan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19, sampai pada pemberian fasilitas pelayanan ambulans.

“Alhamdulillah, sampai sejauh ini, kami insyaAllah telah sedikit banyak memberikan apa yang bisa kami berikan bagi masyarakat terdampak. Sebagai contoh, pemberian paket sehat dan kebutuhan pasien di rumah sakit, paket sembako bagi masyarakat yang tengah melaksanakan isolasi mandiri, layanan fasilitas ambulans bagi pasien dan masih banyak yang lainnya. Tentunya disesuaikan dengan kebutuhan dan pelayanan yang diberikan oleh masing-masing lembaga,” imbuhnya.

Doso juga menambahkan, seluruh lapisan masyarakat yang tergabung dalam berbagai komunitas termasuk pihaknya juga berkomitmen untuk dapat bersinergi dengan pemerintah khususnya BPBD guna mengawal isu sosial kemanusiaan, termasuk perihal penanganan Covid-19 di wilayah Jawa Tengah.

“Kami siap mendukung pemerintah upaya mensejahterakan masyarakat, apalagi di masa-masa seperti ini, pastinya banyak saudara-saudara kita yang sangat membutuhkan uluran tangan kita,” tandas Doso.

Senada dengan pernyataan Doso, Ir. Safrudin, M.Si selaku Ketua BPBD Jawa Tengah juga menyampaikan hal yang serupa. Ia sangat mendukung program tersebut terlebih di masa kritis penanganan Covid-19 di Jawa Tengah.

“Kami sangat berterima kasih atas iktikad baik dan segala upaya yang telah teman-teman berikan. Memang di masa seperti sekarang ini perlu diperlukan adanya kerjasama antar seluruh elemen masyarakat. LAZiS Jateng dan FOZ saya kira telah mencontohkan hal itu dengan membantu mereka yang kesusahan. Pada intinya kami sangat mendukung dan mengizinkan operasional lembaga filantropi tersebut, namun tetap dengan memerhatikan prokes yang berlaku, ditambah sebentar lagi juga ada Idhul Adha yang tetap harus pakai protokol sesuai aturan pemerintah,” ungkapnya.

Di akhir, Safrudin menegaskan pentingnya sinergi seluruh lapisan masyarakat. Ia juga menjelaskan kondisi masyarakat yang kurang mampu (dhuafa) yang belum tersentuh sama sekali dan sangat membutuhkan bantuan di masa seperti saat ini, khususnya wilayah Semarang.