Bahagianya Nek Ida, lansia penyintas banjir Serang dapat bantuan dari sahabat kepedulian

“Tengah malem dek, airnya udah naik. Nenek langsung keluar rumah, naik ke atas rel kereta. Ngungsi di rel sampe jam 12 malem. Baru kali ini ada banjir dek, barang-barang hanyut, ngga bisa selamat, nenek udah pasrah,” kata Nenek Ida, saat ditemui pasca banjir Serang.

Sahabat, kenalin beliau Nenek Ida, lansia 70 tahun yang hidup seorang diri dan mengontrak di rumah sederhana berdinding & beralaskan kayu di Serang, Banten. Saat ditemui, beliau bercerita kepada kami sembari membersihkan rumahnya pasca banjir beberapa waktu lalu.

Sehari-hari, Nek Ida bekerja sebagai pemulung, sedari pagi sampai malam beliau memulung barang bekas seperti botol, kaleng, besi dan sejenisnya untuk dijual kepada pengepul. Penghasilannya tak menentu, hanya sekitar 10-20 ribu dalam sehari.

Di usia senja dan tinggal sebarang kara, beliau harus bekerja keras untuk mencukupi hidupnya. Sekadar bisa makan pagi saja beliau sudah sangat bersyukur. Saat bercerita, sembari menangis bahkan beliau sudah pasrah jika harus menghadap Sang Pencipta kapanpun, “Nenek capek dek,” ujarnya.

Sedih ya sahabat, melihat kondisi beliau. Namun, Alhamdulillah, sahabat, beliau sangat bahagia saat kami datang menemuinya. Beliau juga berterima kasih kepada sahabat atas bantuan sembako yang diberikan kepadanya. Setidaknya, dukungan inilah yang memberikan senyum di wajah beliau.

Sahabat, yuk kita bersamai perjuangan Nek Ida dan lansia lain di luar sana yang membutuhkan uluran tangan kita. Sahabat bisa mengirimkan doa tertulus dan dukungan terbaikmu berupa donasi melalui :

https://donasi.online/lazisjateng/donasi

Atau transfer melalui rekening :

BSI 7077755661
a.n Lazis Jateng Pusat

Mandiri 1360013144040
a.n Yayasan Al Ihsan Jawa Tengah

#lazisjateng #jateng
#lebihpeduliuntukberbagi