Audit Syariah LAZ Al-Ihsan (LAZiS) Jawa Tengah oleh Inspektorat Jenderal Kemenag RI

Semarang — Bertempat di kantor LAZiS Jateng Pusat, Tim Auditor Inspektorat Wilayah IV menggelar audit syariah pada LAZ Al-Ihsan Jawa Tengah yang merupakan LAZ berskala provinsi dan memiliki izin operasional. Audit syariah rencananya digelar selama 7 hari sejak 24-30 Agustus mendatang.

“Alhamdulillah, sebuah kehormatan bagi kami LAZiS Jateng atas kedatangan tim itjen di rumah kami. InsyaAllah, ini sebagai langkah baik bagi kami dalam melaksanakan mandatorial undang-undang nomor 23 tahun 2011 yang mengatur pengelolaan zakat,” ungkap Doso Sutrisno, Direktur Eksekutif LAZiS Jateng.

Doso menuturkan, saat ini LAZiS Jateng merupakan LAZ yang berskala provinsi, memiliki izin operasional dengan 13 kantor layanan/ cabang yang tersebar di kota/ kabupaten di Jawa Tengah. LAZiS Jateng menargetkan setidaknya 85 persen cabang dari jumlah kota/ kabupaten di Jawa Tengah bisa disasar dalam waktu dekat.

“Di Jawa Tengah sendiri cukup unik & strategis, banyak tantangan kultur-kultur khas seperti pedesaan dan sebagainya. Kami sangat senang dan berharap Itjen bisa memberikan wawasan bagi kami. Dengan adanya audit syariah ini kami berharap dapat menjadi bentuk tranparansi, evaluasi dan perbaikan dalam pengelolaan dana umat oleh LAZiS Jateng,” imbuhnya.

Doso juga menyampaikan, tim auditor dihadiri oleh Umi Chulsum, selaku koordinator tim Itjen, auditor ahli madya yang bertugas sebagai pengendali teknis, kemudian ketua tim yaitu Ilman, selaku auditor ahli muda dan 3 anggota lainnya yang turut hadir sebagai auditor syariah di LAZiS Jateng.

“Audit syariah ini dilakukan untuk melihat pengelolaan zakat mulai dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan pengoordinasian dalam pengumpulan, pendistribusian serta pendayagunaan zakat sesuai dengan aturan yang berlaku. Kami berharap ini sebagai ikhtiar agar LAZiS Jateng lebih baik dan profesional dalam mengelola ZIS,” tuturnya.

Sementara, Umi Chulsum selaku koordinator auditor menjelaskan bahwa audit syariah bertujuan untuk melakukan pemeriksaan dan mengukur kinerja manajemen dalam rangka mendorong kinerja LAZ agar lebih optimal, baik secara administrasi maupun SDM yang ada. Pihaknya berharap program-program ke depan yang menjadi harapan LAZiS Jateng dapat terwujud dengan adanya pelaksanaan dari pengelolaan ZIS dan DSKL yang sesuai syariah.

“Besar harapan, zakat sebagai instrumen distribusi ekonomi bertujuan mengentaskan kemiskinan dan memajukan ekonomi dapat terwujud. Pengelolaan tersebut juga mendukung kerja pemerintah dalam mensukseskan implementasi program pembangunan berkelanjutan (SDGs),” pungkasnya.